Sifat-Sifat
Koloid
1.
Efek
Tyndall
Adalah terhamburnya cahaya oleh
partikel koloid disebut efek Tyndall.
Contoh : sinar di sela-sela pohon di hutan, sokle (lampu sorot di pasar
malam)
2.
Gerak
Brown
Adalah gerak partikel koloid dengan
lintasan lurus dan arah yang acak. Gerak ini diakibatkan karena tumbukan
partikel-partikel pendispersi terhadap partikel terdispersi (terdispersi akan
terlontar dan mengakibatkan tumbukan antar partikel dispersi.
3.
Adsorbsi
Adalah peristiwa muatan oleh
permukaan-permukaan partikel koloid. Disebabkan oleh tegangan permukaan koloid
yang cukup tinggi sehingga bila ada partikel yang menempel akan cenderung
dipertahankan pada permukaannya. Peristiwa bergeraknya partikel koloid dalam
medan listrik disebut eletroforesis, biasanya dimanfaatkan dalam proses
pemisahan potongan-potongan gen pada proses bioteknologi, penyaring debu pabrik
pada cerobong asap yang disebut pesawat Cottrel. Sifat ini dapat kita temukan
pada proses-proses di bawah ini :
·
Gula
Pasir yang masih kotor (berwarna coklat)
Gula
kotor dilarutkan dalam air panas, dialirkan melalui system koloid berupa tanah
diatomi (mineral halus berpori) dan arang tulang. Kotoran pada gula akan
teradsorbsi oleh atom diatomi dan arang tulang sehingga kita memperoleh fula
yang tidak berwarna.
·
Pewarnaan
serat wol, kapas atau sutera
Serat
diwarnai dicampur dengan garam Al2(SO4)3 ,
dicelupkan dalam zat warna. Koloid Al(OH)3 akan terbentuk karena hidrolisa Al2(SO4)3
akan mengadsorbsi zat warna.
·
Penjernihan
Air Keruh
Dengan
menambahkan tawas, K2SO4, Al2(SO4)3.
Al(OH)3 akan terbentuk karena hidrolisa Al2(SO4)3
akan mengadsorbsi, menggumpalkan dan mengendapkan kotoran-kotoran dalam air.
·
Serbuk
Karbon (Norit atau Oralit)
Untuk
penyembuhan sakit perut, dalam usus campuran serbuk Karbon dengan air akan membentuk
system koloid yang mampu mengadssorbsi
dan membunuh bakteri-bakteri yang berbahaya.
·
Pembersihan
dengan Sabun
Buih
sabun mempunyai permukaan yang halus sehingga mampu mengelmusi kotoran yang
melekat pada benda yang dicuci.
·
Daya
adsorbsi koloid-koloid dalam tanah (koloid tanah liat dan koloid humus) akan
mampu menahan bahan-bahan makanan yang diperlukan tumbuh-tumbuhan sehingga
tidak terbawa oleh air.
4.
Elektroforesis
Adalah partikel-partikel koloid
dapat bergerak dalam medan listrik karena partikel-partikel ini bermuatan.
Partikel koloid bermuatan negative akan menuju anoda (elektroda positif) dan
partikel koloid positif bermuatan akan menuju katoda (elektroda negative).
Gejala ini yang disebut elektroforesis. Pada peristiwa elektroforesis partikel-partikel
koloid akan dinetralkan muatannya dan digumpalkan di bawah elektroda. Kegunaan
elektroforesis :
Ø
Penentuan
muatan suatu partikel koloid
Ø
Untuk pembuatan beberapa barang industry. Misalnya
: pembuatan sarung tangan karet (karet diendapkan pada cetakan berbentuk tangan
secara elektroforesis.
Ø
Untuk
mengurangi zat-zat pencemar udara yang dikeluarkan dari cerobong asap pabrik.
Cerobong asap dilengkapi dengan suatu pengendap elektrostatika berupa lempengan
logan yang diberi muatan listrik yang akan menggumpalka partikel-partikel
koloid dalam asap buangan. Metode Cotrrell ini dikembangkan oleh Frederick
Cottrell dari Amerika Serikat.
5.
Koagulasi
Adalah peristiwa penggumpalan,
terjadi karena peristiwa mekanik atau peristiwa kimia. Peristiwa mekanis misalnya
: pendinginan atau pemanasan. Darah merupakan sol butiran-butiran darah merah
yang terdispersi dalam plasma darah, jika dipanaskan akan menggumpal sedangkan
agar-agar akan menggumpal jika didinginkan. Peristiwa kimia dapat menyebabkan
terjadinya koagulasi, misalnya : pencampuran koloid yang berbeda muatan dan
adanya elektrolit.
6.
Kestabilan
Koloid
Koloid dapat stabil dengan cara-cara
berikut ini :
a) Menghilangkan muatan koloid dapat
dilakukan dengan 4 cara :
ü
Menggunakan
prinsip elektroforesis
Lihat kembali no 4.
ü
Penambahan
koloid lain dengan muatan berlawanan
Keduanya
saling mengadsorbsi dan menjadi netral, akibatnya terbentuk koagulasi.
ü
Penambahan
elektrolit
Elektrolit
ditambahkan pada partikel koloid bermuatan negative makan akan menarik ion
positif (kation) dari elektrolit dan sebaliknya. Hal ini menyebabkan partikel
koloid dikelilingi oleh lapisan kedua yang memiliki berlawanan dengan muatan
lapisan pertama. Apabila jarak antara lapisan sangat dekat maka muatan keduanya
akan hilang sehingga terjadi koagulasi.
ü
Pendidihan
Sol,
belerang dan perak halide dapat mengalami koagulasi dengan mendidihkannya.
Menyebabkan lepasnya elektrolit yang teradsorbsi pada permukaan partikel
koloid, akibatnya partikel-partikel koloid menjadi tidak bermuatan sehingga
terjadi koagulasi.
b) Penambahan stabilisator koloid
Dapat
meningkatkan kestabilan koloid, misalnya emulgator dan koloid pelindung.
Emulgator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu emulsi dengan tujuan untuk
menjaga agar tidak mudah terpisah, misalnya penambahan sabun ke dalam campuran
minyak dan air, penambahan ammonia dalam pembuatan emulsi pada kertas film.
Koloid pelindung adalah koloid yang ditambahkan ke dalam system koloid agar
menjadi stabil, misalnya : penambahan gelatin pada pembuatan es krim (agar
tetap terus kenyal), penambahan gum arab dalam pembuatan semir.
7.
Dialysis
Adalah penghilangan muatan listrik
dengan cara memasukkan koloid dalam membrane semipermiabel. Kantong dimasukkan
ke dalam aliran air (mempercepat proses dialysis) maka ion-ion akan keluar dan
koloid masih tetap dalam kantong semi permeable. Salah satu pemanfaatan
dialysis adalah alat pencuci darah (Haemodialisis).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar