Selasa, 17 Maret 2015

Tanah



   Proses pembentukan tanah adalah perubahan dari bahan induk menjadi lapisan tanah. Perkembangan tanah dari bahan induk yang padat menjadi bahan induk yang agar lunak, selanjutnya berangsur-angsur menjadi tanah pada lapisan bawah (subsoil) dan lapisan tanah bagian atas (topsoil), dalam jangka waktu lama sampai ratusan tahun hingga ribuan tahun. Perubahan-perubahan dari batuan induk sampai menjadi tanah karena batuan induk mengalami proses pelapukan, yaitu proses penghancuran karena iklim.

    Tahap pertama dari proses pembentukan tanah adalah proses pelapukan. Proses ini terjadi penghancuran dan pelembutan dari bahan induk tanpa perubahan susunan kimianya. Pelapukan dipengaruhi oleh faktor iklim yang bersifat merusak. Faktor-faktor iklim yang turut menentukan adalah sinar matahari, perbedaan temperatur antara siang dan malam, keadaan musim kemarau dan musim penghujan.

   Pada awalnya batuan pecah dalam bentuk pecahan-pecahan batuan dan mineral-mineral penyusunnya. Selanjutnya oleh adanya air, asam dan senyawa-senyawa yang larut dalam air, pecahan-pecahan bantuan dan mineral ini menjadi lunak dan terurai ke dalam unsur-unsur penyusunnya. Dari bahan-bahan sisa penguraian dan senyawa kembali membentuk mineral-mineral baru.

Pelapukan digolongkan dalam tiga bentuk :

1. Pelapukan fisik
2. Pelapukan kimia
3. Pelapukan biologis

Pelapukan fisik sering disebut juga alterasi yakni proses pemecahan dan pelembutan batuan tanpa mengalami perubahan susunan kimia dan tidak ada pembentukan mineral baru.

Pelapukan kimia adalah proses pelapukan dan penguraian pecahan-pecahan batuan dan mineral-mineral ke dalam unsur-unsur penyusunnya yang biasa disertai dengan pembentukan mineral-mineral baru.

Pelapukan biologis adalah pelapukan yang disebabkan kegiatan tanaman dan hewan, baik yang tingkat tinggi maupun yang tingkat rendah. Dalam proses pemecahan batuan induk menjadi tanah terjadi aktivitas hidup organisme. Bakteri autotrof dan lumut-lumut pada waktu mati menjadi bahan organik bagi kehidupan organisme yang lain. Tumbuhan tingkat tinggi berperan dengan aktivitas akar-akarnya masuk dicelah-celah retakan batuan dan seterusnya.

Faktor-faktor yang menentukan pembentukan tanah adalah sebagai berikut :

1. Iklim
2. Batuan Induk
3. Vegetasi
4. Relief (tinggi rendahnya permukaan)
5. Manusia
6. Waktu

Semua faktor ini tidak berdiri sendiri tetapi saling mempengaruhi dan saling berkaitan.

Senin, 09 Maret 2015

Descriptive Text

MY FAMILY

My family has four members: those are I, my sister, and parents of course. My mother is 47 years old. Her name's Anisa. She's thin-faced and she's got long, blond hair and beautiful green eyes. She is still slim because she always tries to stay in shape. She is very good-looking, always well-dressed and elegant. 

My father, Lukman, is 5 years older than my mother. He is 52. In spite of his age he's still black-haired, with several grey hairs. He has bright blue eyes. He is quite tall, but a bit shorter than me. He's very hard-working. Besides that he is working in a travel company. He can even make a dinner when my mother is outside. His cooking and his meals are always very tasty as well as my mothers'. 

Finally, my sister Nadina. She is 22. She is also red-haired and green-eyed. She has long wavy hair and freckles. She is definitely shorter than me. She is rather introverted. But she is very sensible, smart and co-operative. Right now she is studying English and also knows Arabic and Mandarin. I want to be so smart as she is.

Tugas dan Wewenang MA, MK, KY

1. Mahkamah Agung (MA)

(-) Berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundang-undangan dibawah UU,dan mempunyai wewenang lainnya yang di berikan oleh UU.

(-) Mengajukan 3 orang anggota Hakim Konstitusi.

(-) Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden memberikan grasi dan rehabilitasi.

2. Mahkamah Konstitusi (MK)


(-) Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang keputusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD, memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan kepada UUD 1945, memutus pembubaran Partai Politik, dan memutus hasil perselisihan hasil Pemilihan Umum.

(-) Wajib memberi putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD 1945.

3. Komisi Yudisial (KY)


(-) Berwenang mengusulkan pengangkatan Hakim Agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.

(-) Mengusulkan pengangkatan Hakim Agung, Komisi Yudisial mempunyai tugas:

a. Melakukan pendaftaran calon Hakim Agung

b. Melakukan seleksi terhadap calon Hakim Agung

c. Menetapkan calon Hakim Agung

d. Mengajukan calon Hakim Agung ke DPR

(-) Menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat serta perilaku Hakim, dengan tugas utama :

a. Menerima laporan petugas Komisi Yudisial

(-) Pengaduan masyarakat tentang perilaku Hakim :

a. Melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran perilaku Hakim.

SUMBER : https://felicia2505site.wordpress.com/2013/10/17/tugas-wewenang-ma-mk-ky/comment-page-1/

Kamis, 05 Maret 2015

Contoh Job Vacancy

Jakarta, January 8, 2015
Subject: Application For Employment

Dear.,
Human Resources Manager
PT. Gilland Ganesha
Jl. Durian Kebun Raya No. 11
East Jakarta

With regard,
In accordance with the job offers from PT. Gilland Ganesha, as contained in Kompas dated January 6, 2015. I volunteered to join the Marketing team at PT. Gilland Ganesha.
My brief data, such as the following.

Name: Verrel
Place, Date of Birth: Cirebon, 16 April 1990
Age: 21 years
Last Education: STMIK AMIKOM (S1)
Address Origin: Village Gede Bage, Cirebon
Domicile: Jl.Perjuangan, No. 1 Sunyaragi Cirebon
Phone: 08522703xxxxx
Email: darone_teater@gmail.com

I have a very good health condition, and can speak English both orally and in writing. My educational background is very satisfying and the ability of management and good marketing. I have been accustomed to working with computers. Especially operate MS Office package applications, such as Excel, Word, Access, PowerPoint, Outlook, also the internet, as well as correspondence in English.
I am currently working as a staff of Marketing at PT. Hilmy Finance. I am glad to learn, and can work independently and in teams with good.
As a consideration, I attach:
1. Curriculum Vitae.
2. Photocopy of diploma S-1 and transcripts.
3. Photocopy of certificate courses / training.
4. Recent photograph.
I hope Mr / Mrs willing to take the time to give an interview, so that I can explain in more detail about my own potential.
Similarly, this cover letter, and thank you for the attention of Mr / Ms.
Best regards,

Verrel


Contoh Pepatah Bahasa Jawa dan Artinya



Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara

Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan,
kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat
angkara murka, serakah dan tamak.


Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman

Jangan mudah terheran-heran Jangan mudah menyesal Jangan mudah
Terkejut, Jangan mudah kolokan atau manja Jadi jika ingin sukses anda
Harus giat dan pantang menyerah dan jangan cepat putus asa.

ragam hias nusantara

Ragam Hias Madura


                Motif Madura mempunyai corak tersendiri, bentuk daunnya agak kaku, biasanya untuk perhiasan kamar. Ragam ini diujudkan berlapis (bersusun), daun yang ada di sebelah muka terpisah dengan daun di belakang, tetapi merupakan satu rangkaian.
Motif Madura diciptakan oleh para ahli seni di daerah itu sendiri tidak mencontoh motif dari daerah lain. Motif tersebut tidak diperdagangkan seperti ukiran dari daerah Jepara yang merupakan sumber penghidupan rakyat setempat. Akan tetapi juga kita dapat melihat motif ukiran Madura itu di gedung Museum Pusat (museum Gajah) Jakarta. Sebagai contoh diberikan perhiasan melengkung di atas sebuah pintu yang pada waktu itu dipersembahkan penduduk kepada Gurbernur Jendral De Greaff dan sesudah beliau kembali ke Negeri Belanda , barang tersebut Pokok dan Dasar Motif Madura
Pokok: Raga mini mengubah patran yang diselingi dengan isian (isen-I seni) bunga, buah, daunnya melengkung membentuk tanda Tanya dan bentuk daunnya cekung (krawing).
Pecahan: Tiga baris panajang dan pendek dari benangan menuju ujung daun motif.

Benangan: Timbuldari pangkal dan menuju ke ulir daun tersebut. 

Jumat, 06 Februari 2015

KOLOID part II

Sifat-Sifat Koloid
1.        Efek Tyndall
Adalah terhamburnya cahaya oleh partikel koloid disebut efek Tyndall.  Contoh : sinar di sela-sela pohon di hutan, sokle (lampu sorot di pasar malam)
2.       Gerak Brown
Adalah gerak partikel koloid dengan lintasan lurus dan arah yang acak. Gerak ini diakibatkan karena tumbukan partikel-partikel pendispersi terhadap partikel terdispersi (terdispersi akan terlontar dan mengakibatkan tumbukan antar partikel dispersi.
3.       Adsorbsi
Adalah peristiwa muatan oleh permukaan-permukaan partikel koloid. Disebabkan oleh tegangan permukaan koloid yang cukup tinggi sehingga bila ada partikel yang menempel akan cenderung dipertahankan pada permukaannya. Peristiwa bergeraknya partikel koloid dalam medan listrik disebut eletroforesis, biasanya dimanfaatkan dalam proses pemisahan potongan-potongan gen pada proses bioteknologi, penyaring debu pabrik pada cerobong asap yang disebut pesawat Cottrel. Sifat ini dapat kita temukan pada proses-proses di bawah ini :
·         Gula Pasir yang masih kotor (berwarna coklat)
Gula kotor dilarutkan dalam air panas, dialirkan melalui system koloid berupa tanah diatomi (mineral halus berpori) dan arang tulang. Kotoran pada gula akan teradsorbsi oleh atom diatomi dan arang tulang sehingga kita memperoleh fula yang tidak berwarna.
·         Pewarnaan serat wol, kapas atau sutera
Serat diwarnai dicampur dengan garam Al2(SO4)3 , dicelupkan dalam zat warna. Koloid Al(OH)3 akan terbentuk karena hidrolisa Al2(SO4)3 akan mengadsorbsi zat warna.
·         Penjernihan Air Keruh
Dengan menambahkan tawas, K2SO4, Al2(SO4)3. Al(OH)3 akan terbentuk karena hidrolisa Al2(SO4)3 akan mengadsorbsi, menggumpalkan dan mengendapkan kotoran-kotoran dalam air.
·         Serbuk Karbon (Norit atau Oralit)
Untuk penyembuhan sakit perut, dalam usus campuran serbuk Karbon dengan air akan membentuk system koloid yang mampu  mengadssorbsi dan membunuh bakteri-bakteri yang berbahaya.
·         Pembersihan dengan Sabun
Buih sabun mempunyai permukaan yang halus sehingga mampu mengelmusi kotoran yang melekat pada benda yang dicuci.
·         Daya adsorbsi koloid-koloid dalam tanah (koloid tanah liat dan koloid humus) akan mampu menahan bahan-bahan makanan yang diperlukan tumbuh-tumbuhan sehingga tidak terbawa oleh air.
4.      Elektroforesis
Adalah partikel-partikel koloid dapat bergerak dalam medan listrik karena partikel-partikel ini bermuatan. Partikel koloid bermuatan negative akan menuju anoda (elektroda positif) dan partikel koloid positif bermuatan akan menuju katoda (elektroda negative). Gejala ini yang disebut elektroforesis. Pada peristiwa elektroforesis partikel-partikel koloid akan dinetralkan muatannya dan digumpalkan di bawah elektroda. Kegunaan elektroforesis :
Ø  Penentuan muatan suatu partikel koloid
Ø  Untuk  pembuatan beberapa barang industry. Misalnya : pembuatan sarung tangan karet (karet diendapkan pada cetakan berbentuk tangan secara elektroforesis.
Ø  Untuk mengurangi zat-zat pencemar udara yang dikeluarkan dari cerobong asap pabrik. Cerobong asap dilengkapi dengan suatu pengendap elektrostatika berupa lempengan logan yang diberi muatan listrik yang akan menggumpalka partikel-partikel koloid dalam asap buangan. Metode Cotrrell ini dikembangkan oleh Frederick Cottrell dari Amerika Serikat.
5.       Koagulasi
Adalah peristiwa penggumpalan, terjadi karena peristiwa mekanik atau peristiwa kimia. Peristiwa mekanis misalnya : pendinginan atau pemanasan. Darah merupakan sol butiran-butiran darah merah yang terdispersi dalam plasma darah, jika dipanaskan akan menggumpal sedangkan agar-agar akan menggumpal jika didinginkan. Peristiwa kimia dapat menyebabkan terjadinya koagulasi, misalnya : pencampuran koloid yang berbeda muatan dan adanya elektrolit.
6.      Kestabilan Koloid
Koloid dapat stabil dengan cara-cara berikut ini :
a)      Menghilangkan muatan koloid dapat dilakukan dengan 4 cara :
ü  Menggunakan prinsip elektroforesis
Lihat kembali no 4.
ü  Penambahan koloid lain dengan muatan berlawanan
Keduanya saling mengadsorbsi dan menjadi netral, akibatnya terbentuk koagulasi.
ü  Penambahan elektrolit
Elektrolit ditambahkan pada partikel koloid bermuatan negative makan akan menarik ion positif (kation) dari elektrolit dan sebaliknya. Hal ini menyebabkan partikel koloid dikelilingi oleh lapisan kedua yang memiliki berlawanan dengan muatan lapisan pertama. Apabila jarak antara lapisan sangat dekat maka muatan keduanya akan hilang sehingga terjadi koagulasi.
ü  Pendidihan
Sol, belerang dan perak halide dapat mengalami koagulasi dengan mendidihkannya. Menyebabkan lepasnya elektrolit yang teradsorbsi pada permukaan partikel koloid, akibatnya partikel-partikel koloid menjadi tidak bermuatan sehingga terjadi koagulasi.
b)      Penambahan stabilisator koloid
Dapat meningkatkan kestabilan koloid, misalnya emulgator dan koloid pelindung. Emulgator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu emulsi dengan tujuan untuk menjaga agar tidak mudah terpisah, misalnya penambahan sabun ke dalam campuran minyak dan air, penambahan ammonia dalam pembuatan emulsi pada kertas film. Koloid pelindung adalah koloid yang ditambahkan ke dalam system koloid agar menjadi stabil, misalnya : penambahan gelatin pada pembuatan es krim (agar tetap terus kenyal), penambahan gum arab dalam pembuatan semir.
7.       Dialysis

Adalah penghilangan muatan listrik dengan cara memasukkan koloid dalam membrane semipermiabel. Kantong dimasukkan ke dalam aliran air (mempercepat proses dialysis) maka ion-ion akan keluar dan koloid masih tetap dalam kantong semi permeable. Salah satu pemanfaatan dialysis adalah alat pencuci darah (Haemodialisis).

Senin, 02 Februari 2015

Perkembangan, Fungsi dan Peranan Pers

A.      Perkembangan Pers di Indonesia
1.       Makna Pers
Secara etimologi, pers berasal dari kata persen (Belanda), press (Inggris), presse (Perancis) atau pressare (Latin) yang artinya tekan, menekan atau cetak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pers bermakna :
·         Usaha percetakan dan penerbitan
·         Usaha pengumpulan dan penyiaran berita
·         Penyiaran berita melalui surat kabar, majalah dan radio
·         Orang yang bekerja dalam penyiaran berita
·         Medium penyampaian berita, seperti surat kabar, majalah, radio, televise dan fillm.
Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, meliputi, mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia.
2.       Perkembangan Pers di Indonesia
a.       Pola Kebijakan Otoriter
Pers hanya sebagai alat perjuangan untuk kepentingan pemerintah (pers merupakan lembaga yang dikelola dan dimodali oleh pemerintah atas nama Negara. Kebebasan pers relatif sangat kecil, akibatnya control sosial juga sangat kecil.
b.      Pola Kebijakan Demokratis Liberalis
Pers dapat berkembang pesat secara sebebas-bebasnya (mutlak). Kebebasan pers benar-benar sangat dijamin dan control sosial benar-benar berlaku sangat bebas.
c.       Pola Kebijakan Kapitalis
Pers berfungsi mendukung kelangsungan hidup ideologi kapitalis, diselenggarakan oleh pihak swasta pemilik modal yang besar menyebabkan control sosial oleh pemerintah sulit diadakan, pers berjalan selaras dengan keinginan dan misi penguasa. Pers di sini berfungsi sebagai media bisnis yang strategis.

Perkembangan Pers Sebelum dan Sesudah Reformasi Bergulir.
Unsur
Sebelum 1998
Sesudah 1998
Sikap Jurnalis
Mudah membenarkan pernyataan pemerintah dan mengabaikan suara dari sumber lain.
Skeptis (kurang percaya atau ragu-ragu)
Teknik Liputan
Atas ke bawah, cek ricek
Bawah ke atas verikasi (pencarian fakta empiris)
Isi Liputan
Verbalisme, monopoli makna dan interpretasi
Factual, wacana perlawanan, kompetisi ide dan intrepetasi
Posisi Pers
Komitmen pelayanan informasi kepada publik
Penjaga public (komitmen untuk control, debat public, memberi ruang public)
Posisi Masyarakat
Penyerapan selektif
Aktif dalam proses dan refleksi secara keseluruhan

B.      Fungsi Pers
1.       Pengertian Pers
Menurut Weiner, pers memiki arti ; wartawan media cetak, publisitas atau peliputandan mesin cetak atau naik cetak. Pakar hokum dan pers J. C. T. Simorangkir, S.H. dalam bukunya “Hukum dan Kebebasan Pers” menyebutkan deinisi pers dalam arti sempit dan luas. Berdasarkan pengertian tersebut, L. Taufik menyatakan bahwa pengertian pers terbagi 2 yaitu :
ü  Arti sempit, hanya terbatas surat kabar harian, surat kabar mingguan dan majalah.
ü  Arti luas, selain meliputi surat kabar, majalah dan tabloid mingguan, juga meliputi radio, televisi dan silm.

2.       Fungsi dan Peranan Pers
Pasal 3 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 fungsi pers adalah sebagai berikut :
a.       Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan control sosial.
b.      Pers dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut :
Ø  Fungsi Informasi
Masyarakat berlangganan atau membeli surat kabar karena memerlukan informasi mengenai berbagai hal.
Ø  Fungsi Pendidikan
Pers memuat tulisan-tulisan mengandung pengetahuan sehingga menambah wawasan masyarakat.
Ø  Fungsi Hiburan
Dapat berbentuk cerita pendek, cerita bersambung, cerita bergambar, teka-teki silang, pojok dan karikatur.

Ø  Fungsi Kontrol Sosial
Terkandung dalam makna demokratis yang didalamnya terdapat unsur-unsur sebagai berikut :
a)      Social Participation (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan)
b)      Social Responsibility (pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat)
c)       Social Support (dukungan rakyat terhadap pemerintah)
d)      Social Control (control masyarakat terhadap tindakan pemerintah)
e)      Pers sebagai Lembaga Ekonomi
Idealnya, pers adalah lembaga yang berdiri sendiri dan bersifat netral, jujur serta menegakkan nilai-nilai demokrasi, hak-hak asasi manusia (HAM) dan mewujudkan supremasi hukum.
Pers sebagai Lembaga Ekonomi menyediakan jasa sosialnya untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan dengan tujuan memperoleh citra positif dan nilai jual atas program-program kerjanya. Misalnya, melliputi bakti sosial, acara open house atau kegiatan lain (adverstising, kolom artikel atau kolom berita lainnya).
Prinsip yang diusahakan adalah segi bisnis dari pers yang tunduk kepada aspek idealnya.
Pasal 6 UU Nomor 40 Tahun 1999, pers nasional melaksanakan perannya sebagai berikut :
o   Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui.
o   Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong, terwujudnya supremasi hokum, hak asasi manusia serta menghormati kebhinekaan.
o   Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar.
o   Melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.
o   Memeprjuangkan keadilan dan kebenaran.
Selain fungsi dan peranan di atas, pers  juga memiliki peranan sebagai berikut :
ü  Menyediakan forum bagi berlangsungnya dialog secara terbuka antara kelompok masyarakat dan pemerintah.
ü  Media massa mempunyai kontibusi yang besar bagi tumbuh kembangnya masyarakat madani (demokrasi akan hidup subur didalamnya). Masyarakat madani adalah masyarakat yang terbuka. Penyampaian berita dapat dilakukan dengan :
a)      Media komunikasi tradisional
Memakai teknologi sederhana.contoh :
·         Media lisan (seni, dongeng, ludruk, ketoprak dan wayang)
·         Media bunyi (kentongan, bedug, peluit, siulan, terompet dan gong)
·         Media gerak atau Isyarat (mengirim sirih tanda meminang dan api unggun tanda pertolongan)
b)      Media komunikasi modern
Media yang telah menggunakan perangkat teknologi modern (radio, televisi, telepon, handphone, televisi kabel, televisi interaktif, video, Koran, majalah, buku, pertunjukkan opera, teater, sinetron, film dan internet.
Pasal 4 UU No.40 Th. 1999 tentang hak pers : kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga Negara, tehadap pers nasional tidak dikenakan sensor, pembredelan dan pelarangan penyiaran, serta pers nasional mempunyai hak mencari, menyampaikan gagasan, dan informasi kepada masyarakat. Adapun kewajiban pers yang tertuang dalam pasal 5 UU No. 40 Th.1999 adalah :
ü  Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah
ü  Pers wajib melayani hak jawab dan hak tolak atau hak koreksi.


Minggu, 01 Februari 2015

Memahami Gagasan Utama

Paragraf adalah serangkaian kalimat yang disusun secara sistematis dan logis sehingga membentuk satu kesatuan pokok pembahasan. Paragraf yang baik terdiri atas satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Di dalam kalimat utama terdapat gagasan utama dan di dalam kalimat penjelas terdapat kalimat penjelas.
Untuk memahami gagasan utama dalam paragraf, kita harus mencermati kata-kata kunci, antara lain :
1.       Jadi,
2.       ada beberapa,
3.       dengan demikian,
4.       pada dasarnya
5.       intinya
6.       sebagai simpulan.

Ciri-ciri kalimat penjelas :
1)      Uraian-uraian kecil,
2)      contoh-contoh,
3)      peristiwa ilustrasi,
4)      kutipan-kutipan.

Contoh :
Pada dasarnya, investasi pendidikan memberikan nilai balik (rate of return) yang lebih tinggi daripada investasi fisik di bidang lain. Nilai balik pendidikan adalah perbandingan total antara total biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan yang akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja. Di negara berkembang, umumnya nilai investasi pendidikan relatif lebih tinggi daripada investasi modal fisik, yaitu 20% dibanding 15%. Adapun di negara maju nilai balik investasi pendidikan lebih rendah dibanding investasi fisik, yaitu 9% dibanding 13%.

Contoh Soal dan Pembahasan :
1.       Bacalah wacana berikut dengan cermat!
Dari uji praklinik maupun klinik, dapat disimpulkan bahwa pare sangat berpeluang dapat dijadikan sumber fitofarmaka antidiabetes. Penelitian pare sebagai antidiabetes diawali dengan pembuktian secara ilmiah mengenai kemampuannya menurunkan glukosa darah pada hewan uji dalam kondisi normal atau diabetes. Dilaporkan ekstrak air buah pare menunjukkan efek hipoglikemik (menurunkan kadar glukosa darah) pada menit normal atau diabetes yang diinduksi streptozotocin.

Gagasan utama yang terkandung dalam penggalan wacana tersebut adalah…
A.      Hasil uji praklinik maupun klinik tentang pare.
B.      Pare sangat berpeluang dijadikan sumber fitofarmaka antidiabetes.
C.      Penelitian pare sebagai antidiabetes diawali dengan pembuktian.
D.      Pare menurunkan kadar glukosa darah pada hewan uji.
E.       Ekstrak air buah pare menurunkan kadar glukosa darah pada orang normal.

Pembahasan:
Kalimat utama paragraf di atas terletak di bagian awal paragraf. Hal ini ditandai dengan kata-kata dapat disimpulkan … Jadi, gagasan utamanya adalah pare sangat berpeluang dijadikan sumber fitofarmaka antidiabetes.

JAWABAN: B

Rabu, 21 Januari 2015

KOLOID part 1

SISTEM DISPERSI DAN JENIS-JENIS KOLOID

A. Sistem Dispersi
          dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu larutan, koloid dan suspensi.
          Koloid berasal dari kata "kolia" (bahasa Yunani) yang berarti "lem". Istilah koloid pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Graham melalui pengamatannya terhadap gelatin yang merupakan kristal tetapi sukar mengalami difusi. Koloid (dispersi/sistem koloid) merupakan sistem dispersi dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan tetapi lebih kecil dari suspensi.
          Beberapa koloid dapat terpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya, misalnya ; koloid berenang dalam air dan santan. Beberapa koloid yang lain sukar terpisah misalnya ; lem, cat dan tinta.

Perbedaan Umum

Perbedaan
Suspensi
Koloid
Larutan
Ukuran Partikel
>100 nm (10-5 cm)
1-100 nm (10-7-10-5 cm)
<1 nm (10-7 cm)
Keadaan Fisik
Keruh,
Partikel terdispersi dapat langsung diamati dengan mata telanjang
Keruh-Jernih,
Partikel terdispersi hanya dapat diamati dengan mikroskop ultra
Jernih,
Partikel terdispersi tidak dapat diamati dengan mikroskop ultra
Sifat Larutan
Heterogen
Heterogen
Homogen
Kestabilan (bila didiamkan)
Mengendap
Sukar terpisah (relatif stabil)
Tidak terpisah (sangat stabil)
Pemisahan
Disaring
Tidak Dapat Disaring
Tidak Dapat Disaring

          Sistem dispersi koloid dapat terjadi dari dispersi zat padat, cair atau gas ke dalam zat pendispersi dalam fase padat, cair atau gas. Koloid banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari misalnya ; santan, susu, es krim, debu dan asap. Beberapa zat yang tidak dapat larut agar stabil dalam koloid misalnya ; bahan kosmetik (lipstik, pembersih dan minyak rambut). Roti, kue dan agar-agar merupakan bahan makanan yang merupakan sistem koloid. Obat-obatan yang sukar larut biasanya juga dibuat sebagai koloid, misalnya sirup obat batuk dan minyak ikan.

B. Jenis-Jenis Koloid
     1. Sol
              suatu sistem koloid dimana fase terdispersinya berupa padat.
         a. Sol Padat (sol dalam medium pendispersi padat)
             contoh : paduan logam, gelas berwarna dan intan hitam.
         b. Sol Cair (sol dalam medium pendispersi cair)
             contoh : cat, tinta, tepung dalam air dan tanah liat.
         c. Sol Gas / Aerosol Padat (Sol dalam pendispersi gas)
             contoh : debu di udara dan asap pembakaran.

     2. Emulsi
              suatu sistem koloid dimana fase terdispersinya berupa zat cair. Syarat emulsi adalah           kedua jenis zat cair tidak saling melarutkan.
          a. Emulsi Padat / Gel (emulsi dalam medium pendispersi padat)
              contoh : jelly, keju, mentega dan nasi.
          b. Emulsi Cair / Emulsi (emulsi dalam medium pendispersi cair)
              contoh : susu, mayones, dan krim tangan.
          c. Emulsi Gas / Aerosol Cair (emulsi dalam medium pendispersi gas)
              contoh : awan, kabut, semprotan hairspray dan obat nyamuk.
      3. Buih
               suatu sistem koloid dimana fase terdispersinya berupa gas.
           a. Buih Padat (buih dalam medium pendispersi padat)
               contoh : batu apung, karet busa dan styrofoam.
           b. Buih Cair (buih dalam medium pendispersi cair)
               contoh : putih telur yang dikocok dan busa sabun.

Beberapa Jenis Koloid
Fase Terdispersi
Fase Pendispersi
Jenis (Nama) Koloid
Contoh
Padat
Padat
Sol Padat
Mutiara, Kaca Warna
Cair
Emulsi Padat / Gel
Keju, Mentega, Agar-Agar
Gas
Busa Padat
Batu Apung,Kerupuk, Spons
Padat
Cair
Sol / Sol Cair
Pati dalam air, Cat, Jelly
Cair
Emulsi / Emulsi Cair
Susu, Mayones, Santan
Gas
Busa / Buih
Krim, Pasta
Padat
Gas
Aerosol Padat
Debu, Asap
Cair
Aerosol Cair
Awan, Kabut