SISTEM DISPERSI DAN JENIS-JENIS KOLOID
A. Sistem Dispersi
dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu larutan, koloid dan suspensi.
Koloid berasal dari kata "kolia" (bahasa Yunani) yang berarti "lem". Istilah koloid pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Graham melalui pengamatannya terhadap gelatin yang merupakan kristal tetapi sukar mengalami difusi. Koloid (dispersi/sistem koloid) merupakan sistem dispersi dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan tetapi lebih kecil dari suspensi.
Beberapa koloid dapat terpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya, misalnya ; koloid berenang dalam air dan santan. Beberapa koloid yang lain sukar terpisah misalnya ; lem, cat dan tinta.
Perbedaan Umum
|
Perbedaan
|
Suspensi
|
Koloid
|
Larutan
|
|
Ukuran Partikel
|
>100 nm (10-5 cm)
|
1-100 nm (10-7-10-5 cm)
|
<1 nm (10-7 cm)
|
|
Keadaan Fisik
|
Keruh,
Partikel terdispersi dapat langsung diamati
dengan mata telanjang
|
Keruh-Jernih,
Partikel terdispersi hanya dapat diamati
dengan mikroskop ultra
|
Jernih,
Partikel terdispersi tidak dapat diamati dengan mikroskop
ultra
|
|
Sifat Larutan
|
Heterogen
|
Heterogen
|
Homogen
|
|
Kestabilan (bila didiamkan)
|
Mengendap
|
Sukar terpisah (relatif stabil)
|
Tidak terpisah (sangat stabil)
|
|
Pemisahan
|
Disaring
|
Tidak Dapat Disaring
|
Tidak Dapat Disaring
|
Sistem dispersi koloid dapat terjadi dari dispersi zat padat, cair atau gas ke dalam zat pendispersi dalam fase padat, cair atau gas. Koloid banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari misalnya ; santan, susu, es krim, debu dan asap. Beberapa zat yang tidak dapat larut agar stabil dalam koloid misalnya ; bahan kosmetik (lipstik, pembersih dan minyak rambut). Roti, kue dan agar-agar merupakan bahan makanan yang merupakan sistem koloid. Obat-obatan yang sukar larut biasanya juga dibuat sebagai koloid, misalnya sirup obat batuk dan minyak ikan.
B. Jenis-Jenis Koloid
1. Sol
suatu sistem koloid dimana fase terdispersinya berupa padat.
a. Sol Padat (sol dalam medium pendispersi padat)
contoh : paduan logam, gelas berwarna dan intan hitam.
b. Sol Cair (sol dalam medium pendispersi cair)
contoh : cat, tinta, tepung dalam air dan tanah liat.
c. Sol Gas / Aerosol Padat (Sol dalam pendispersi gas)
contoh : debu di udara dan asap pembakaran.
2. Emulsi
suatu sistem koloid dimana fase terdispersinya berupa zat cair. Syarat emulsi adalah kedua jenis zat cair tidak saling melarutkan.
a. Emulsi Padat / Gel (emulsi dalam medium pendispersi padat)
contoh : jelly, keju, mentega dan nasi.
b. Emulsi Cair / Emulsi (emulsi dalam medium pendispersi cair)
contoh : susu, mayones, dan krim tangan.
c. Emulsi Gas / Aerosol Cair (emulsi dalam medium pendispersi gas)
contoh : awan, kabut, semprotan hairspray dan obat nyamuk.
3. Buih
3. Buih
suatu sistem koloid dimana fase terdispersinya berupa gas.
a. Buih Padat (buih dalam medium pendispersi padat)
contoh : batu apung, karet busa dan styrofoam.
b. Buih Cair (buih dalam medium pendispersi cair)
contoh : putih telur yang dikocok dan busa sabun.
Beberapa Jenis Koloid
|
Fase
Terdispersi
|
Fase
Pendispersi
|
Jenis
(Nama) Koloid
|
Contoh
|
|
Padat
|
Padat
|
Sol Padat
|
Mutiara, Kaca Warna
|
|
Cair
|
Emulsi Padat / Gel
|
Keju, Mentega, Agar-Agar
|
|
|
Gas
|
Busa Padat
|
Batu Apung,Kerupuk, Spons
|
|
|
Padat
|
Cair
|
Sol / Sol Cair
|
Pati dalam air, Cat, Jelly
|
|
Cair
|
Emulsi / Emulsi Cair
|
Susu, Mayones, Santan
|
|
|
Gas
|
Busa / Buih
|
Krim, Pasta
|
|
|
Padat
|
Gas
|
Aerosol Padat
|
Debu, Asap
|
|
Cair
|
Aerosol Cair
|
Awan, Kabut
|

