Rabu, 21 Januari 2015

KOLOID part 1

SISTEM DISPERSI DAN JENIS-JENIS KOLOID

A. Sistem Dispersi
          dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu larutan, koloid dan suspensi.
          Koloid berasal dari kata "kolia" (bahasa Yunani) yang berarti "lem". Istilah koloid pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Graham melalui pengamatannya terhadap gelatin yang merupakan kristal tetapi sukar mengalami difusi. Koloid (dispersi/sistem koloid) merupakan sistem dispersi dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan tetapi lebih kecil dari suspensi.
          Beberapa koloid dapat terpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya, misalnya ; koloid berenang dalam air dan santan. Beberapa koloid yang lain sukar terpisah misalnya ; lem, cat dan tinta.

Perbedaan Umum

Perbedaan
Suspensi
Koloid
Larutan
Ukuran Partikel
>100 nm (10-5 cm)
1-100 nm (10-7-10-5 cm)
<1 nm (10-7 cm)
Keadaan Fisik
Keruh,
Partikel terdispersi dapat langsung diamati dengan mata telanjang
Keruh-Jernih,
Partikel terdispersi hanya dapat diamati dengan mikroskop ultra
Jernih,
Partikel terdispersi tidak dapat diamati dengan mikroskop ultra
Sifat Larutan
Heterogen
Heterogen
Homogen
Kestabilan (bila didiamkan)
Mengendap
Sukar terpisah (relatif stabil)
Tidak terpisah (sangat stabil)
Pemisahan
Disaring
Tidak Dapat Disaring
Tidak Dapat Disaring

          Sistem dispersi koloid dapat terjadi dari dispersi zat padat, cair atau gas ke dalam zat pendispersi dalam fase padat, cair atau gas. Koloid banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari misalnya ; santan, susu, es krim, debu dan asap. Beberapa zat yang tidak dapat larut agar stabil dalam koloid misalnya ; bahan kosmetik (lipstik, pembersih dan minyak rambut). Roti, kue dan agar-agar merupakan bahan makanan yang merupakan sistem koloid. Obat-obatan yang sukar larut biasanya juga dibuat sebagai koloid, misalnya sirup obat batuk dan minyak ikan.

B. Jenis-Jenis Koloid
     1. Sol
              suatu sistem koloid dimana fase terdispersinya berupa padat.
         a. Sol Padat (sol dalam medium pendispersi padat)
             contoh : paduan logam, gelas berwarna dan intan hitam.
         b. Sol Cair (sol dalam medium pendispersi cair)
             contoh : cat, tinta, tepung dalam air dan tanah liat.
         c. Sol Gas / Aerosol Padat (Sol dalam pendispersi gas)
             contoh : debu di udara dan asap pembakaran.

     2. Emulsi
              suatu sistem koloid dimana fase terdispersinya berupa zat cair. Syarat emulsi adalah           kedua jenis zat cair tidak saling melarutkan.
          a. Emulsi Padat / Gel (emulsi dalam medium pendispersi padat)
              contoh : jelly, keju, mentega dan nasi.
          b. Emulsi Cair / Emulsi (emulsi dalam medium pendispersi cair)
              contoh : susu, mayones, dan krim tangan.
          c. Emulsi Gas / Aerosol Cair (emulsi dalam medium pendispersi gas)
              contoh : awan, kabut, semprotan hairspray dan obat nyamuk.
      3. Buih
               suatu sistem koloid dimana fase terdispersinya berupa gas.
           a. Buih Padat (buih dalam medium pendispersi padat)
               contoh : batu apung, karet busa dan styrofoam.
           b. Buih Cair (buih dalam medium pendispersi cair)
               contoh : putih telur yang dikocok dan busa sabun.

Beberapa Jenis Koloid
Fase Terdispersi
Fase Pendispersi
Jenis (Nama) Koloid
Contoh
Padat
Padat
Sol Padat
Mutiara, Kaca Warna
Cair
Emulsi Padat / Gel
Keju, Mentega, Agar-Agar
Gas
Busa Padat
Batu Apung,Kerupuk, Spons
Padat
Cair
Sol / Sol Cair
Pati dalam air, Cat, Jelly
Cair
Emulsi / Emulsi Cair
Susu, Mayones, Santan
Gas
Busa / Buih
Krim, Pasta
Padat
Gas
Aerosol Padat
Debu, Asap
Cair
Aerosol Cair
Awan, Kabut

Selasa, 20 Januari 2015

BEDAK MUKA, FACE POWDER DAN BEAUTY POWDER

BEDAK MUKA, FACE POWDER DAN BEAUTY POWDER

     Maksud dan tujuan pemakaian bedak adalah untuk memberi pandangan keindahan kulit muka, menutupi segala ketidaksempurnaan seperti bekas-bekas jerawat. Bahan-bahan yang dipakai untuk bedak muka harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut ;

  1. "Covering Powder" (daya penutup kulit), berarti bahwa pigment kulit dan kejelekan kulit harus dapat ditutup. Zat ini ialah ZnO, TiO, MgO, Kaolin, Pati dan CaCO3.
  2. "Adesivenes" (melekat pada kulit), berarti dapat melekat pada kulit. Zat bersifat demikian yang dipakai pada bedak muka adalah Mg-stearat, Zn-stearat dan Al-stearat.
  3. "Slip" (menyebar rata), berarti mempunyai sifat menyebar rata di atas kulit muka, zat ini ialah talk.
     Selain itu penting diperhatikan warna parfum dari pupur muka untuk menahan parfum biasa dipakai CaCO3, MgCO3, dan Kaolin. Warna Rachel dengan bahan pewarna kuning natural campur kuning merah ;
  •  campuran kuning 9
  •  campuran merah 0,4
  •  campuran coklat 1
     Istilah-istilah yang dipakai dalam light medium heavy weight adalah berhubung dengan sifat covering powder (daya penutup kulit). Untuk kulit yang kering lebih baik pakai light weight dan untuk kulit berminyak memakai heavy weight. Ada 3 bedak muka menurut bentuknya ; liquid (cair), powder, dan cake. Bedak bayi lebih baik tidak menggunakan parfum karena parfum merangsang kulit bayi yang halus.