Jumat, 06 Februari 2015

KOLOID part II

Sifat-Sifat Koloid
1.        Efek Tyndall
Adalah terhamburnya cahaya oleh partikel koloid disebut efek Tyndall.  Contoh : sinar di sela-sela pohon di hutan, sokle (lampu sorot di pasar malam)
2.       Gerak Brown
Adalah gerak partikel koloid dengan lintasan lurus dan arah yang acak. Gerak ini diakibatkan karena tumbukan partikel-partikel pendispersi terhadap partikel terdispersi (terdispersi akan terlontar dan mengakibatkan tumbukan antar partikel dispersi.
3.       Adsorbsi
Adalah peristiwa muatan oleh permukaan-permukaan partikel koloid. Disebabkan oleh tegangan permukaan koloid yang cukup tinggi sehingga bila ada partikel yang menempel akan cenderung dipertahankan pada permukaannya. Peristiwa bergeraknya partikel koloid dalam medan listrik disebut eletroforesis, biasanya dimanfaatkan dalam proses pemisahan potongan-potongan gen pada proses bioteknologi, penyaring debu pabrik pada cerobong asap yang disebut pesawat Cottrel. Sifat ini dapat kita temukan pada proses-proses di bawah ini :
·         Gula Pasir yang masih kotor (berwarna coklat)
Gula kotor dilarutkan dalam air panas, dialirkan melalui system koloid berupa tanah diatomi (mineral halus berpori) dan arang tulang. Kotoran pada gula akan teradsorbsi oleh atom diatomi dan arang tulang sehingga kita memperoleh fula yang tidak berwarna.
·         Pewarnaan serat wol, kapas atau sutera
Serat diwarnai dicampur dengan garam Al2(SO4)3 , dicelupkan dalam zat warna. Koloid Al(OH)3 akan terbentuk karena hidrolisa Al2(SO4)3 akan mengadsorbsi zat warna.
·         Penjernihan Air Keruh
Dengan menambahkan tawas, K2SO4, Al2(SO4)3. Al(OH)3 akan terbentuk karena hidrolisa Al2(SO4)3 akan mengadsorbsi, menggumpalkan dan mengendapkan kotoran-kotoran dalam air.
·         Serbuk Karbon (Norit atau Oralit)
Untuk penyembuhan sakit perut, dalam usus campuran serbuk Karbon dengan air akan membentuk system koloid yang mampu  mengadssorbsi dan membunuh bakteri-bakteri yang berbahaya.
·         Pembersihan dengan Sabun
Buih sabun mempunyai permukaan yang halus sehingga mampu mengelmusi kotoran yang melekat pada benda yang dicuci.
·         Daya adsorbsi koloid-koloid dalam tanah (koloid tanah liat dan koloid humus) akan mampu menahan bahan-bahan makanan yang diperlukan tumbuh-tumbuhan sehingga tidak terbawa oleh air.
4.      Elektroforesis
Adalah partikel-partikel koloid dapat bergerak dalam medan listrik karena partikel-partikel ini bermuatan. Partikel koloid bermuatan negative akan menuju anoda (elektroda positif) dan partikel koloid positif bermuatan akan menuju katoda (elektroda negative). Gejala ini yang disebut elektroforesis. Pada peristiwa elektroforesis partikel-partikel koloid akan dinetralkan muatannya dan digumpalkan di bawah elektroda. Kegunaan elektroforesis :
Ø  Penentuan muatan suatu partikel koloid
Ø  Untuk  pembuatan beberapa barang industry. Misalnya : pembuatan sarung tangan karet (karet diendapkan pada cetakan berbentuk tangan secara elektroforesis.
Ø  Untuk mengurangi zat-zat pencemar udara yang dikeluarkan dari cerobong asap pabrik. Cerobong asap dilengkapi dengan suatu pengendap elektrostatika berupa lempengan logan yang diberi muatan listrik yang akan menggumpalka partikel-partikel koloid dalam asap buangan. Metode Cotrrell ini dikembangkan oleh Frederick Cottrell dari Amerika Serikat.
5.       Koagulasi
Adalah peristiwa penggumpalan, terjadi karena peristiwa mekanik atau peristiwa kimia. Peristiwa mekanis misalnya : pendinginan atau pemanasan. Darah merupakan sol butiran-butiran darah merah yang terdispersi dalam plasma darah, jika dipanaskan akan menggumpal sedangkan agar-agar akan menggumpal jika didinginkan. Peristiwa kimia dapat menyebabkan terjadinya koagulasi, misalnya : pencampuran koloid yang berbeda muatan dan adanya elektrolit.
6.      Kestabilan Koloid
Koloid dapat stabil dengan cara-cara berikut ini :
a)      Menghilangkan muatan koloid dapat dilakukan dengan 4 cara :
ü  Menggunakan prinsip elektroforesis
Lihat kembali no 4.
ü  Penambahan koloid lain dengan muatan berlawanan
Keduanya saling mengadsorbsi dan menjadi netral, akibatnya terbentuk koagulasi.
ü  Penambahan elektrolit
Elektrolit ditambahkan pada partikel koloid bermuatan negative makan akan menarik ion positif (kation) dari elektrolit dan sebaliknya. Hal ini menyebabkan partikel koloid dikelilingi oleh lapisan kedua yang memiliki berlawanan dengan muatan lapisan pertama. Apabila jarak antara lapisan sangat dekat maka muatan keduanya akan hilang sehingga terjadi koagulasi.
ü  Pendidihan
Sol, belerang dan perak halide dapat mengalami koagulasi dengan mendidihkannya. Menyebabkan lepasnya elektrolit yang teradsorbsi pada permukaan partikel koloid, akibatnya partikel-partikel koloid menjadi tidak bermuatan sehingga terjadi koagulasi.
b)      Penambahan stabilisator koloid
Dapat meningkatkan kestabilan koloid, misalnya emulgator dan koloid pelindung. Emulgator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu emulsi dengan tujuan untuk menjaga agar tidak mudah terpisah, misalnya penambahan sabun ke dalam campuran minyak dan air, penambahan ammonia dalam pembuatan emulsi pada kertas film. Koloid pelindung adalah koloid yang ditambahkan ke dalam system koloid agar menjadi stabil, misalnya : penambahan gelatin pada pembuatan es krim (agar tetap terus kenyal), penambahan gum arab dalam pembuatan semir.
7.       Dialysis

Adalah penghilangan muatan listrik dengan cara memasukkan koloid dalam membrane semipermiabel. Kantong dimasukkan ke dalam aliran air (mempercepat proses dialysis) maka ion-ion akan keluar dan koloid masih tetap dalam kantong semi permeable. Salah satu pemanfaatan dialysis adalah alat pencuci darah (Haemodialisis).

Senin, 02 Februari 2015

Perkembangan, Fungsi dan Peranan Pers

A.      Perkembangan Pers di Indonesia
1.       Makna Pers
Secara etimologi, pers berasal dari kata persen (Belanda), press (Inggris), presse (Perancis) atau pressare (Latin) yang artinya tekan, menekan atau cetak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pers bermakna :
·         Usaha percetakan dan penerbitan
·         Usaha pengumpulan dan penyiaran berita
·         Penyiaran berita melalui surat kabar, majalah dan radio
·         Orang yang bekerja dalam penyiaran berita
·         Medium penyampaian berita, seperti surat kabar, majalah, radio, televise dan fillm.
Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, meliputi, mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia.
2.       Perkembangan Pers di Indonesia
a.       Pola Kebijakan Otoriter
Pers hanya sebagai alat perjuangan untuk kepentingan pemerintah (pers merupakan lembaga yang dikelola dan dimodali oleh pemerintah atas nama Negara. Kebebasan pers relatif sangat kecil, akibatnya control sosial juga sangat kecil.
b.      Pola Kebijakan Demokratis Liberalis
Pers dapat berkembang pesat secara sebebas-bebasnya (mutlak). Kebebasan pers benar-benar sangat dijamin dan control sosial benar-benar berlaku sangat bebas.
c.       Pola Kebijakan Kapitalis
Pers berfungsi mendukung kelangsungan hidup ideologi kapitalis, diselenggarakan oleh pihak swasta pemilik modal yang besar menyebabkan control sosial oleh pemerintah sulit diadakan, pers berjalan selaras dengan keinginan dan misi penguasa. Pers di sini berfungsi sebagai media bisnis yang strategis.

Perkembangan Pers Sebelum dan Sesudah Reformasi Bergulir.
Unsur
Sebelum 1998
Sesudah 1998
Sikap Jurnalis
Mudah membenarkan pernyataan pemerintah dan mengabaikan suara dari sumber lain.
Skeptis (kurang percaya atau ragu-ragu)
Teknik Liputan
Atas ke bawah, cek ricek
Bawah ke atas verikasi (pencarian fakta empiris)
Isi Liputan
Verbalisme, monopoli makna dan interpretasi
Factual, wacana perlawanan, kompetisi ide dan intrepetasi
Posisi Pers
Komitmen pelayanan informasi kepada publik
Penjaga public (komitmen untuk control, debat public, memberi ruang public)
Posisi Masyarakat
Penyerapan selektif
Aktif dalam proses dan refleksi secara keseluruhan

B.      Fungsi Pers
1.       Pengertian Pers
Menurut Weiner, pers memiki arti ; wartawan media cetak, publisitas atau peliputandan mesin cetak atau naik cetak. Pakar hokum dan pers J. C. T. Simorangkir, S.H. dalam bukunya “Hukum dan Kebebasan Pers” menyebutkan deinisi pers dalam arti sempit dan luas. Berdasarkan pengertian tersebut, L. Taufik menyatakan bahwa pengertian pers terbagi 2 yaitu :
ü  Arti sempit, hanya terbatas surat kabar harian, surat kabar mingguan dan majalah.
ü  Arti luas, selain meliputi surat kabar, majalah dan tabloid mingguan, juga meliputi radio, televisi dan silm.

2.       Fungsi dan Peranan Pers
Pasal 3 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 fungsi pers adalah sebagai berikut :
a.       Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan control sosial.
b.      Pers dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut :
Ø  Fungsi Informasi
Masyarakat berlangganan atau membeli surat kabar karena memerlukan informasi mengenai berbagai hal.
Ø  Fungsi Pendidikan
Pers memuat tulisan-tulisan mengandung pengetahuan sehingga menambah wawasan masyarakat.
Ø  Fungsi Hiburan
Dapat berbentuk cerita pendek, cerita bersambung, cerita bergambar, teka-teki silang, pojok dan karikatur.

Ø  Fungsi Kontrol Sosial
Terkandung dalam makna demokratis yang didalamnya terdapat unsur-unsur sebagai berikut :
a)      Social Participation (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan)
b)      Social Responsibility (pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat)
c)       Social Support (dukungan rakyat terhadap pemerintah)
d)      Social Control (control masyarakat terhadap tindakan pemerintah)
e)      Pers sebagai Lembaga Ekonomi
Idealnya, pers adalah lembaga yang berdiri sendiri dan bersifat netral, jujur serta menegakkan nilai-nilai demokrasi, hak-hak asasi manusia (HAM) dan mewujudkan supremasi hukum.
Pers sebagai Lembaga Ekonomi menyediakan jasa sosialnya untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan dengan tujuan memperoleh citra positif dan nilai jual atas program-program kerjanya. Misalnya, melliputi bakti sosial, acara open house atau kegiatan lain (adverstising, kolom artikel atau kolom berita lainnya).
Prinsip yang diusahakan adalah segi bisnis dari pers yang tunduk kepada aspek idealnya.
Pasal 6 UU Nomor 40 Tahun 1999, pers nasional melaksanakan perannya sebagai berikut :
o   Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui.
o   Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong, terwujudnya supremasi hokum, hak asasi manusia serta menghormati kebhinekaan.
o   Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar.
o   Melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.
o   Memeprjuangkan keadilan dan kebenaran.
Selain fungsi dan peranan di atas, pers  juga memiliki peranan sebagai berikut :
ü  Menyediakan forum bagi berlangsungnya dialog secara terbuka antara kelompok masyarakat dan pemerintah.
ü  Media massa mempunyai kontibusi yang besar bagi tumbuh kembangnya masyarakat madani (demokrasi akan hidup subur didalamnya). Masyarakat madani adalah masyarakat yang terbuka. Penyampaian berita dapat dilakukan dengan :
a)      Media komunikasi tradisional
Memakai teknologi sederhana.contoh :
·         Media lisan (seni, dongeng, ludruk, ketoprak dan wayang)
·         Media bunyi (kentongan, bedug, peluit, siulan, terompet dan gong)
·         Media gerak atau Isyarat (mengirim sirih tanda meminang dan api unggun tanda pertolongan)
b)      Media komunikasi modern
Media yang telah menggunakan perangkat teknologi modern (radio, televisi, telepon, handphone, televisi kabel, televisi interaktif, video, Koran, majalah, buku, pertunjukkan opera, teater, sinetron, film dan internet.
Pasal 4 UU No.40 Th. 1999 tentang hak pers : kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga Negara, tehadap pers nasional tidak dikenakan sensor, pembredelan dan pelarangan penyiaran, serta pers nasional mempunyai hak mencari, menyampaikan gagasan, dan informasi kepada masyarakat. Adapun kewajiban pers yang tertuang dalam pasal 5 UU No. 40 Th.1999 adalah :
ü  Pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah
ü  Pers wajib melayani hak jawab dan hak tolak atau hak koreksi.


Minggu, 01 Februari 2015

Memahami Gagasan Utama

Paragraf adalah serangkaian kalimat yang disusun secara sistematis dan logis sehingga membentuk satu kesatuan pokok pembahasan. Paragraf yang baik terdiri atas satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Di dalam kalimat utama terdapat gagasan utama dan di dalam kalimat penjelas terdapat kalimat penjelas.
Untuk memahami gagasan utama dalam paragraf, kita harus mencermati kata-kata kunci, antara lain :
1.       Jadi,
2.       ada beberapa,
3.       dengan demikian,
4.       pada dasarnya
5.       intinya
6.       sebagai simpulan.

Ciri-ciri kalimat penjelas :
1)      Uraian-uraian kecil,
2)      contoh-contoh,
3)      peristiwa ilustrasi,
4)      kutipan-kutipan.

Contoh :
Pada dasarnya, investasi pendidikan memberikan nilai balik (rate of return) yang lebih tinggi daripada investasi fisik di bidang lain. Nilai balik pendidikan adalah perbandingan total antara total biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan yang akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja. Di negara berkembang, umumnya nilai investasi pendidikan relatif lebih tinggi daripada investasi modal fisik, yaitu 20% dibanding 15%. Adapun di negara maju nilai balik investasi pendidikan lebih rendah dibanding investasi fisik, yaitu 9% dibanding 13%.

Contoh Soal dan Pembahasan :
1.       Bacalah wacana berikut dengan cermat!
Dari uji praklinik maupun klinik, dapat disimpulkan bahwa pare sangat berpeluang dapat dijadikan sumber fitofarmaka antidiabetes. Penelitian pare sebagai antidiabetes diawali dengan pembuktian secara ilmiah mengenai kemampuannya menurunkan glukosa darah pada hewan uji dalam kondisi normal atau diabetes. Dilaporkan ekstrak air buah pare menunjukkan efek hipoglikemik (menurunkan kadar glukosa darah) pada menit normal atau diabetes yang diinduksi streptozotocin.

Gagasan utama yang terkandung dalam penggalan wacana tersebut adalah…
A.      Hasil uji praklinik maupun klinik tentang pare.
B.      Pare sangat berpeluang dijadikan sumber fitofarmaka antidiabetes.
C.      Penelitian pare sebagai antidiabetes diawali dengan pembuktian.
D.      Pare menurunkan kadar glukosa darah pada hewan uji.
E.       Ekstrak air buah pare menurunkan kadar glukosa darah pada orang normal.

Pembahasan:
Kalimat utama paragraf di atas terletak di bagian awal paragraf. Hal ini ditandai dengan kata-kata dapat disimpulkan … Jadi, gagasan utamanya adalah pare sangat berpeluang dijadikan sumber fitofarmaka antidiabetes.

JAWABAN: B