Kamis, 05 Maret 2015

ragam hias nusantara

Ragam Hias Madura


                Motif Madura mempunyai corak tersendiri, bentuk daunnya agak kaku, biasanya untuk perhiasan kamar. Ragam ini diujudkan berlapis (bersusun), daun yang ada di sebelah muka terpisah dengan daun di belakang, tetapi merupakan satu rangkaian.
Motif Madura diciptakan oleh para ahli seni di daerah itu sendiri tidak mencontoh motif dari daerah lain. Motif tersebut tidak diperdagangkan seperti ukiran dari daerah Jepara yang merupakan sumber penghidupan rakyat setempat. Akan tetapi juga kita dapat melihat motif ukiran Madura itu di gedung Museum Pusat (museum Gajah) Jakarta. Sebagai contoh diberikan perhiasan melengkung di atas sebuah pintu yang pada waktu itu dipersembahkan penduduk kepada Gurbernur Jendral De Greaff dan sesudah beliau kembali ke Negeri Belanda , barang tersebut Pokok dan Dasar Motif Madura
Pokok: Raga mini mengubah patran yang diselingi dengan isian (isen-I seni) bunga, buah, daunnya melengkung membentuk tanda Tanya dan bentuk daunnya cekung (krawing).
Pecahan: Tiga baris panajang dan pendek dari benangan menuju ujung daun motif.

Benangan: Timbuldari pangkal dan menuju ke ulir daun tersebut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar