Ragam Hias Madura
Motif
Madura mempunyai corak tersendiri, bentuk daunnya agak kaku, biasanya untuk
perhiasan kamar. Ragam ini diujudkan berlapis (bersusun), daun yang ada di
sebelah muka terpisah dengan daun di belakang, tetapi merupakan satu rangkaian.
Motif Madura
diciptakan oleh para ahli seni di daerah itu sendiri tidak mencontoh motif dari
daerah lain. Motif tersebut tidak diperdagangkan seperti ukiran dari daerah
Jepara yang merupakan sumber penghidupan rakyat setempat. Akan tetapi juga kita
dapat melihat motif ukiran Madura itu di gedung Museum Pusat (museum Gajah)
Jakarta. Sebagai contoh diberikan perhiasan melengkung di atas sebuah pintu
yang pada waktu itu dipersembahkan penduduk kepada Gurbernur Jendral De Greaff dan sesudah beliau kembali ke Negeri
Belanda , barang tersebut Pokok dan
Dasar Motif Madura
Pokok: Raga mini mengubah patran yang diselingi dengan isian
(isen-I seni) bunga, buah, daunnya melengkung membentuk tanda Tanya dan bentuk daunnya
cekung (krawing).
Pecahan: Tiga baris panajang dan pendek dari benangan menuju ujung
daun motif.
Benangan: Timbuldari pangkal dan menuju ke ulir daun tersebut.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar